Model sebelumnya membuat asumsi bahwa pengaruh growth mindset adalah sama di semua sekolah (itu sebabnya garisnya paralel).
Bagaimana jika satu skor growth mindset lebih “efektif” di beberapa sekolah daripada yang lain dalam meningkatkan skor matematika.
Pada titik ini random slope diperlukan.
Kita memperoleh koefisien baru yang menggambarkan perbedaan antar sekolah dalam pengaruh growth mindset terhadap skor matematika.
skor$m2 <- predict(m2)
# visualize the predictions based on our model
skor %>%
ggplot(aes(growth, m2)) +
geom_smooth(se = F, method = lm, size = 2) +
geom_jitter()+
stat_smooth(aes(color = CNTSCHID, group = CNTSCHID),
geom = "line", alpha = 0.4, size = 1) +
theme_bw() +
guides(color = F) +
labs(x = "Growth Mindset",
y = "Skor Matematika",
color = "Sekolah")Fixed effect yaitu -8.054, tetapi setiap sekolah memiliki slope yang beragam.
Grafik menunjukkan bagaimana pengaruh growth mindset bervariasi di setiap sekolah.
Grafik menunjukkan bahwa beberapa sekolah memiliki memiliki skor matematika yang tinggi tetapi memiliki efek yang rendah pada outcome dan sebaliknya.
Garis biru mewakili hubungan antara intersep acak dan kemiringan dengan koefisien sebesar 0.6. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kecil fixed mindset, semakin tinggi skor matematika.